Perjalanan kisah cinta ku,,,,

Ini bukan pertama kalinya saya jatuh cinta.apa yang akan saya tulis disini bukan kisah saya yang pertama kali. Panggil saja dia “bon – bon”..hehehe.. . Pria yang sekarang menjadi kisah perjalanan cintaku.

Jauh sebelum bertemu dengannya, saya pernah sangat mencintai seseorang. Bertahun-tahun saya menghabiskan waktu untuk memahaminya, bisa dikata hampir 11 tahun saya menunggu harapan dari dia sebelum saya menemukan kisah cinta saya yang sekarang (sumpah lamaa baeeuuud). Tapi hasilnya nihil. Tahu-tahu saya mendengar kabar bahwa dia sedang dekat dengan seseorang….Jujur saya kecewa. Meski mungkin dia tak sepenuhnya salah. Dia mungkin tak paham kalau saya begitu mencintainya. Dia mungkin tak mengerti kalau rasa ini menuntut kepemilikan. Sehingga dia membiarkan dirinya menjalin hubungan dengan orang lain.

Kalau Anda bertanya apakah saya terluka? Eeemmm sangat! Kalau Anda berpikir apakah saya tersakiti? Jelaasss pasti. Tapi apa itu semua mengubah sesuatu? Tidak. Saya ingin marah, tapi apa hak saya?. Saya ingin berteriak, tapi bukan salahnya kalau dia tidak mencintai saya.huuuffhh….

Luka saya tak segera mengering setelah itu. Saya sadar saya masih mencintainya. Saya masih menyempatkan beberapa menit waktu saya untuk merindunya. Saya mencoba mencintai yang lain, tapi saya gagal. Saya mencoba menerima kekuatan yang ditawarkan seseorang, tapi saya tak ingin menjalin hubungan hanya karena belas kasihan.tapi itulah yang terjadi….

Hingga suatu hari dia kembali. Dengan kabar bahwa dia kini sendiri. Saya bahagia.. Tapi lagi-lagi, dia hadir tanpa kepastian yang pasti. Dia datang dan membuat saya jatuh cinta, tapi dia bersikap seolah dia tidak berbuat apa-apa. Dia tak memberi batasan yang jelas antara kenyataan dan harapan. Dia membiarkan jiwa saya melayang tak tentu arah alias menggantungkan saya….

Dia mengacaukan hidup saya. Ketika saya sudah mulai melupakannya, dia tiba-tiba hadir kembali. Tapi ketika saya kembali berharap, tiba-tiba saja dia menghilang tanpa sebab….cocok banget ma lagunya cakra khan yg berjudul “harus terpisah”…xixixixi….

Untungnya, Tuhan masih berbaik hati. Setelah hampir satu tahun, saya berhasil menyingkirkan dia dari ruangan di hati saya. Saya berhasil berhenti mencintainya, “Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan orang yang salah”, itu kalimat dari seorang teman yang membantu saya pulih tengkyu my prend….akan q ingat selalu….

Selama setahun saya lalui dengan kekosongan. Bukan karena takut jatuh cinta. Tapi karena saya benar-benar tak mau mengulangi kesalahan yang sama. Saya butuh seseorang yang meyakinkan saya untuk mau jatuh cinta lagi.
Kekosongan mungkin tak lebih baik dari mencintai tanpa kejelasan. Tapi selama masa “kosong” itu, saya berusaha menikmati kesendirian saya. Hingga akhirnya saya bertemu dengan Bon-bon. Dalam sebuah pertemuan singkat yang tak saya harapkan menjadi lebih. Namun, serangkaian kegiatan ternyata menyertakan sesuatu yang lain. Setiap kali bertukar cerita, dimulailah sensasi unik itu. Saya mulai bingung dengan sikap saya. Saya mulai salah tingkah. Saya mulai ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengannya…

Harus saya akui dia baik. Dia menarik secara keseluruhan. Dia memang bukan tipe laki-laki yang membuat hati saya melompat-lompat. Atau membuat mulut saya ternganga setiap kali melihatnya. Tapi entah kenapa, dia membuat saya merasa nyaman setiap kali berada di dekatnya.

Dia dan saya semakin sering menghabiskan waktu bersama. Sekedar mengobrol, atau menertawakan lelucon yang kami ciptakan sendiri. Lalu pada suatu minggu siang dia menyatakan keinginannya untuk menjadi kekasih saya. Entah keberanian apa yang saya miliki waktu itu , saya tidak langsung menjawab, berfikir keras untuk memutuskan hal tersebut,,,,,karena trauma yang amat sangat akan masa lalu…dan akhirnya dengan keputusan yg matang saya hanya bisa mengatakan: “I do”. Dan resmilah saya berpacaran dengan Buncit.14 juli 2010….hehehehe….

Kurang lebih hampir setengah tahun saya menjalin hubungan dengan dia saya mendapati hari-hari yang indah. Tapi tak jarang saya menemui juga hari-hari yang melelahkan. Tapi kami berhasil menciptakan sinergi dengan baik. Kami bisa saling mengerti, saling bertukar peran, saling mendukung, saling memberi dan menerima.

Dari situlah saya kemudian berpikir, ternyata cinta adalah hal yang dinamis. Ternyata cinta dan patah hati tak ubahnya sebuah siklus, yang terus berulang, yang terus dialami manusia, hingga kita menemukan orang yang tepat seorang yang tetap membuat kita jatuh cinta dan patah hati, tapi hanya dengannya.

Saya pernah jatuh cinta, lalu saya patah hati, saya belajar melupakan, kemudian saya jatuh cinta lagi. Setelah bertemu dengan dia pun, saya tidak berhenti patah hati. Setiap kali kami bertengkar, setiap kali itu pula saya sakit dan patah hati. Tapi dia, dengan kekuatan yang entah diperolehnya darimana selalu berhasil membuat saya jatuh cinta lagi…hehehe…

Saya kini tahu, dialah orang yang tepat untuk saya. Semoga dia adalah jodoh yang benar-benar diciptakan untuk saya. Di dunia dan di surga, saya ingin perjalan kisah cinta saya, saya lalui bersamanya. Hanya bersamanya selamanyaa….aamiin…

Teruntuk kisah cinta ku,,,my lovely “bon bon”…..

7 thoughts on “Perjalanan kisah cinta ku,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s