Disaat Daku Tua…

Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.

Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.

Disaat daku menumpahkan kuah sayuran di bajuku. Disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatuku.

Ingatlah saat-saat daku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukanya.

Disaat daku dengan pikunya mengulang terus-menerus ucapan yang membosankanmu,

Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku. Dimasa kecilmu, daku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali, hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Disaat diriku membutuhkanmu untuk memandikanku,

Janganlah menyalahkanku, ingatkah dimasa kecilmu…bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?

Disaat daku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,

Janganlah menertawaiku. Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya setiap “mengapa” yang engkau ajukan disaat itu.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,

Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku. Bagaikan dimasa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan.

Disaat daku melupakan topic pembicaraan kita,

Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya. Sebenarnya, topic pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku…daku telah bahagia.

Disaat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih.

Maklumilah diriku, dukunglah daku. Bagaikan daku terhadapmu disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.

Wong Tuo

Iklan

Nonton Bioskop Makin Mahal Aja!!

Nonton bioskop

Dulu jogja terkenal serba murahnya tapi sekarang sudah gak terlalu serba murah lagi…emang sih bagi sebagian orang luar kota masih menganggap Jogja kota serba murah-meriah, apalagi masih ada nasi kucing seribu perak meski sudah rada susah juga nyarinya.

Termasuk nonton bioskop, kalo dulu pas jamanya aku masih SD taon 90an nonton bioskop cuma 3500 sampe 7500 perak itu sudah senyaman bioskop twenty one loh, aku masih inget kok nama bioskopnya Ratih, Regent n Empire. Sayangnya kini bioskop dijogja cuma ada 2 tempat yg satu empire XXI n satu lagi studio21 itu aja yg punya sama yaitu cinema21 jaringan bioskop terbesar di indonesia. Jika beberapa taun sebelum terakhir harga tiket nonton masih 20ribuan sekarang malah merangkak jadi 40rebu, karena gak ada bioskop lain ya mau gak mau harus mau jadi kayak dimonopoli gitu deh. Bayangin aja dulu waktu pacaran duit 50rebu bisa buat nonton berduaan tapi sekarang  kagak bisa, jadi ya sekarang makin jarang aja aku nonton bioskopnya.

Nonton-film-berduaMalah kini lebih sering minjem pilem bajakan aja yg murah-meriah direntalan, kalo dituduh tidak menghargai hak cipta ah gak peduli salah sendiri kok ngasih tarif mahal. Mending minjem film bajakan original 1judul harganya cuma 2500 aja kalo minjem 3 bonus 1 trus nonton dikamar berdua bareng misua tercinta puas deh wkwkwk…

Mengucapkan selamat atas perayaan agama lain

Saya akan sampaikan maksud dan tujuan ini dengan cerita saja. Seolah fiksi, tapi bentuk kongkretnya bahkan lebih cemerlang dibanding ini. Amat2 cemerlang malah, ketika akhlak yang sungguh baik, terpancar begitu indah dari seorang muslim, tanpa harus merusak akidah-nya. Karena sejatinya, saat seorang muslim memiliki akhlak tersebut, dia pasti akan membuat nyaman siapapun di sekitarnya.

Kita sebut saja Bambang. Orangnya biasa saja. Rajin shalat ke masjid, bergaul dengan tetangga, suka membantu, dan amat menyantuni fakir miskin serta anak yatim. Dia dikenal oleh banyak orang, satu kampung hafal dengan Pak Bambang ini. Terlebih kampung itu dihuni oleh warga heterogen. Beragam agama, banyak suku bangsa, kebiasaan, tumplek jadi satu.

Saat tetangga sebelah rumahnya, Pak Sihombing, asli Batak, hendak pergi ke gereja di suatu hari Minggu, mobil tetangganya ini malah mogok, tidak bisa dibawa, Pak Bambang dengan senang hati meminjamkan mobilnya, “Silahkan dipakai.” Tersenyum tulus. Toh, seharian minggu itu keluarga Pak Bambang hanya kumpul di rumah. Saat tetangga lain rumahnya kena musibah, kebakaran, Pak Bambang tidak perlu dua kali berpikir memberikan bantuan, membuka pintunya untuk menampung, padahak jelas-jelas tetangganya ini Hindu. Pak Bambang menyantuni anak-anak yatim piatu, tidak perlu bertanya ini agamanya apa. Bahkan saat sebuah kampung yg dekat dgn kampung mereka kena musibah, banjir bandang, meskipun sekampung itu Kristen, ada gereja yang rusak, Pak Bambang tidak perlu berpikir dua kali untuk membantu mengirimkan sembako, dsbgnya.

Tapi seumur-umur, tetangganya tahu persis Pak Bambang tidak akan pernah mengucapkan ‘selamat natal’, ‘selamat waisak’, dan selamat lainnya kepada tetangganya yang berbeda agama. Tidak akan. Lah, tega sekali pak Bambang ini? Apakah dia ekstrem kanan hingga tidak mau hanya sekadar bilang kalimat itu? Maka tanyakanlah pada tetangganya yang berbeda agama. Tidak terbersit sekalipun mereka menganggap Pak Bambang ini ekstrem. Yang ada, jelas sekali Pak Bambang ini tetangga yang baik, nyaman, dan selalu menghormati mereka.

Kita tanyakan ke Pak Bambang kenapa dia tidak pernah bilang ‘selamat natal’? Maka jawabannya sederhana: ‘ada batas yang tidak bisa dilanggar dari akidah’. Jawaban simpel yang menjelaskan banyak hal. Itu benar, membantu tetangganya, meminjami mobil, tidak ada sangkut pautnya dengan akidah, keyakinan. Membantu tetangga menumpang, menyantuni anak2 yatim piatu berbeda agama, tidak ada sangkut pautnya dengan akidah, keyakinan. Termasuk membantu satu kampung yang seluruhnya Kristen, mengirimkan makanan karena mereka terkena musibah, itu bukan urusan akidah, melainkan SUNGGUH cerminan ahklak prima dari seorang muslim, dan diajarkan langsung oleh Nabi kita, tidak pandang bulu. Tapi mengucapkan kalimat ‘selamat natal’, menghadiri acara misa, natalan, dsbgnya, itu jelas ada hubungannya dengan akidah, keyakinan.

Tapi itu kan hanya sepotong kalimat saja? Dari sisi mana itu akan merusak akidah? Kenapa Pak Bambang serius sekali. Maka, duhai orang2 yang masih saja meributkan masalah ini, kalau itu hanya sepotong kalimat saja, kenapa pula kalian ribut? Itu hak mutlak dari Pak Bambang untuk bilang atau tidak, dan kalaupun dia tidak bilang, bukan berarti dia jahat, bukan berarti dia berbahaya, punya paham ekstrem. Lihatlah dengan mata kepala, toleransi yang dimiliki oleh Pak Bambang melebihi hanya sekadar kata2. Karena boleh jadi, orang2 yg ribut dengan kalimat ini, ya hanya ribut pada level kalimat saja. Pernah meminjamkan mobil ke tetangganya? Pernah memberikan rumah sbg tempat menumpang sementara bagi tetangga Hindu? Pernah tidak? Pak Bambang simply meyakini, dia takut kalau dia mengucapkan kalimat tersebut ke tetangganya, maka terbersit di hatinya sesuatu yang bisa merusak akidahnya. Tapi bukankah Pak Bambang bisa memastikan tidak bermaksud demikian? Tidak bermaksud ikut meyakini perayaan hari besar agama lain tsb? Itu benar, tapi demi kehati2an, dia memilih untuk tidak melakukannya. Dan semua orang seharusnya menghormati pilihannya, bukan justeru berpasangka yang tidak-tidak.

Diskusi ini selalu berulang2 setiap tahun. Dan entah hingga kapan akan dipahami banyak orang. Saya pribadi, tidak akan bilang kalimat selamat natal, selamat hari raya agama ke teman2 pemeluk agama lain–karena eh karena, duh, sy saja yang muslim nggak pernah bilang selamat hari ulang tahun Nabi Muhammad, selamat tahun baru hijriyah, selamat isra’ mi’raj, atau selamat2 lainnya ke banyak orang, sesama muslim. Saya tidak akan mengada-ada hal baru, dan tidak akan mengikut-ikut trend yg ada. Yang ada dan jelas ada saja saya keteteran menjalankannya. Tetapi  secara pribadi, saya akan meneladani Pak Bambang. Toleransi, menghormati agama lain ‘beyond’ kata2, kalimat, dan itu lebih kongkret memunculkan rasa nyaman bagi siapapun.

Karena saya yakin, mengeluarkan akhlak prima sebagai seorang muslim, otomatis mengeluarkan toleransi terbaik yang pernah ada di muka bumi ini.

*Saya minta maaf kalau ada yang tidak berkenan dengan pemahaman ini. Dan boleh jadi pendapat saya keliru. Saya sudah berusaha menuliskannya hati2. Nah, jika kalian membutuhkan pondasi yg lebih kokoh, silahkan merujuk pada penjelasan Buya Hamka soal ini, di search, di googling. Beliau adalah ahli tafsir, dan dalam banyak kesempatan, sy mendengarkan penjelasannya.

Ditulis oleh: Tere Liye

“SELAMAT BERLIBUUURR…”

A Little Bit of Heaven

A Little Bit of HeavenAbis liat ni film, air mataku langsung bercucuran. Film ini berkisah tentang perjalanan hidup seorang wanita muda yg terkena kanker usus besar. Tokoh utama Marley yg diperankan Kate Hudson ini wanita yg sangat periang, ceria, suka guyon n banyak teman yg suka sama dia termasuk bosnya juga menganggap temen sendiri. Keceriaanya langsung berubah ketika dia cek kerumah sakit n didiagnosis terkena kanker usus besar.

Tapi meski dia tahu akibat dari penyakit yg dideritanya ini, dia tetap menjalani hidupnya penuh ceria bareng sohib n temen temenya. Yg bikin trenyuh itu si marley ini tetep kuat untuk terus merasa bahagia meski waktu hidupnya tinggal menghitung hari, sampai akhirnya dia menemukan cinta sejatinya yg tak lain tak bukan si dokternya sendiri. Kisah yg sangat mengharukan yaitu saat detik-detik akhir hidupnya ketika dia dikelilingi orang-orang yg sangat mencintainya… hik..hik..hik..

 

Akhirny Punya Blog Juga….

akhirnya punya blog jugaa….makasiiih beloved my hubby…

berawal dari iseng-iseng buka blog suami n adeq….terpikir juga pingin punya blog sendiri dengan tujuan biar bisa crita macem2 g2…jeng jeng dan akhirnya suamiku menawariku “mau dibuatkan blog sekalian??”  pertamanya agak ragu karena dah lama sekali tidak menulis sesuatu….ya sesuatu karena “sesuatu” itu jadi muncul sebuah tulisan yg bisa dibaca orang lain….tapi karena sudah lama qu jadi agak ragu….tapi karena suami mendukung dengan alasan “kapan2 kan bisa tulis gak mesti tiap hari sesuka hatimu….gak isi juga gak apaapa!!!” hohohohoho…betyul juga…dan akhirna dalamberapa menit blog dengan nama 4delima tercipta juga….tengkyu my hubby….muuuacch….

dan ini merupakan tulisan pertama dan sekaligus pembuka blog,,,,xixixixi  agak norak see dan kata2nya masih agak aneh kalo dibaca   aaaarrrgg…..ash emboh lah sek penting nulis…#aah tau lah yg penting nulis……

yuhuuuu selamat datang diblog barukuuuu…..#peluk peluk ….